Google Website Translator Gadget

Laman

LIFE is Beautyful - LOVE is Wonderful - GIVING is Powerful


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih (padi) yang menumbuhkan tujuh bulir (tangkai), pada tiap-tiap bulir(tangkai) menghasilkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” [QS#Al-Baqarah ayat 261]

Diberdayakan oleh Blogger.

Have a happy day !

Have a happy day !

Entri Populer

Pengikut

KapanLagi.com: Entertainment

Jumat, 01 Juni 2012

PANCASILA DALAM BERBAGAI BAHASA =============================== Diposting dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tgl 01 Juni 2012.... [Karena keterbatasan kami : Mohon bantuan pembaca menambahkan dalam kotak saran untuk Pancasila dalam versi bahasa lainnya yang belum ada dalam rubrik ini. Terima kasih..]
Salam Pancasila...!!! Poncosilo (Jawa Kromo) Kaping setunggal: Gusti ingkang Maha satunggal Kaping kalih: Tiang ingkang Adil lan beradab Kaping tiga: persetunggalan Indonesia Kaping sekawan: Kerakyatan ingkang dipimpin kaliyan hikmat lan kewicaksonoan dateng permusyawaratan kang diwakilkan. Kaping gangsal:Adil kang sosial kangge sakabehe tiang Indonesia Pancasila (Jawa Ngoko) siji: Gusti Alllah ora ono kancane loro: Dadi wong kudu sing adil lan ojo kejem-kejem telu: Indonesia bersatu kabeh papat: karo tonggo-tonggo nek ono masalah diomongno bareng-bareng opo opo limo: mangan ra mangan sing penting kumpul Pancasila (Jawa Cirebonan) Siji: Tuhan iku cuma ana siji, langka maning sing ngalah enang Loro: Menusa kudu adil lan ana pikiran bari perasan, aja kaya wedus gembel Telu: Sejen-sejen tapi tetep siji bangsa Indonesia je Papat: Lamun ana masalah, rakyat Indonesia aja ngegrundel bae Lima: bareng-bareng, aja gagal maning, gagal maning Pancasila (Sunda) hiji: Gusti Allah eta sorangan sareng ageng pisan dua: ka sorangan teh sikapna kudu sami, ulah ngabeda-beda keun.. tilu: Indonesia kuduna mah jadi hiji Opat: Ra'yat Indonesia sae na pang mutuskeun sagala teh disepakatkeun heula. Kedah bager lan bijaksana Lima : Ceunah teh sikap sosialna kudu adil hiji sareng batur Pancasila (Batak Toba) Sada: Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata Dua : Maradat tu sude jolma Tolu : Punguan ni halak Indonesia Opat : Marbadai ... marbadai, dungi mardame Lima : Godang pe habis saotik pe sukkup Pancasila (Palembang) sute: Tuhan ne sute tu'la due: jelme harus khapat same rate tige: jelme Indones iane bersatu padu empat: jeleme Indonesiane diketuci ngai hikmah dimane ngedapatkan jawaban dadi gegale masalah Leme: kesameratean hidup ne jelmekangok Indonesia Pancasila (Ambon) 1. Torang samua tawu cuma ada Tuang Allah yaitu Tete manu... 2. Orang ambon samu harus tau adat 3. acang deng obet harus bisa bakubae 4.Paitua deng maitua harus bae-bae di rumah rakyat 5. samu harus bisa jaga diri karna ambon lapar makan orang
Pancasila (Manado) 1. Cuma boleh ba satu Tuhan 2. Selalu adil kong ja pake ontak 3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia 4. Tu rakyat musti slalu bakumpul kong bicara bae-2 spy slalu ada kaputusan gagah yg semua trima deng nang hati. 5. voor seluruh ra kyat Indonesia, nyanda ada tu jabaku kase beda-2 perlakuan. Pancasilo (Padang) ciek: Bintang Basagi Limo duo: Rantai pangikek kudo tigo: pohon baringin gadang ta'mpek kito bacinto ampek: kapalo banteng bataduk duo limo: padi jo kapeh pambaluik nan luko. Pancasila (Banjar) 1. Allah Ta'ala saurangan haja 2. Sabarataan manusia sama, makan nasi jua 3. Rakat takumpul kadada nang bakalahian 4. Amun tapurakai jangan supan dipandirakan 5. Kalu cukup jujuran kawin ha pulang, asal adil jar... PANCASILA (Versi Bugis) Seddi : Mateppe’ ri Puang Alla Taala Dua : Adele di rupa tauwe na makessing topa ampena Tellu : Tomasseddi pada-padatta Eppa : Narekko engka permasalahatta makessing nako dibicarai maddeppungeng Lima : De Nappasilaingeng di padanna rupa tau. PANCASILA (Betawi) Atu: Tuhan kagak ade duenye, namenye juga tuhan! Due: Ente jual ane beli, jangan cari gara-gara Tige: Kite-kite kompak banget Empat: Rundingan di gardu ronde Lime: Gue atu, lu atu, gue dua lu dua, adil gitu. Kalo gue dua lu tiga, awas lu! Pokoknye, bagian kite-kite sama ratenye! Pancasila (versi Palopo) Mesa’ : Puang Allah, tae duanna Da’dua : Iyato kita rupa tau, sibole-bolena adele na makaritutu Tallu : Pasipulungngi tu tau Indonesia Appa : Iyato rakyat, benganni napimpin to makaka maballo sipa’ Lima : Adele lako padatta to indonesia Pancasila (versi Madura) Settong : Sang Kobesah ade' kancannah Dhuek : Deddih oreng koduh adil ben je' hat-jahat Tellok : Indonesia manyittong kabbi Empak : Sareng geh-tetanggeh mon bedeh masalah, akandeh reng-bereng Lemak : Ngakan tak ngakan se penteng a ko PANCASILA (Arab) Wahid : Allahu Ahad Isnin : Al insaaana 'adilun adabi Salasa : Indonisii wahdah Arba : Ra'yati mawduu'an muktamaarin musyawaraatil fii wakiila Khomsa : Ro'awiyyah bil'adollaa ijti Pancasila versi Bahasa Inggris 1. Belief in the one and only God 2. Just and civilized humanity 3. The unity of Indonesia 4. Democracy guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberations amongst representatives 5. Social justice for the whole of the people of Indonesia ==================================================
PANCASILA DALAM BAHASA NASIONAL : Bahasa Indonesia 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ***** Pancasila adalah DASAR : BUKAN PILAR ! Pancasila : adalah Jiwa Bangsa : yg digali dari Nilai-nilai Luhur yg ada Manusia Pancasilais : adalah Manusia Paripurna : karena 1. Cinta kepada Sang Maha Pencipta Yang Esa 2. Cinta kepada sesama Manusia dan semua CiptaanNYA maka mencintai KeAdilan & BerAdab 3. Cinta kepada & Tanah air maka menjunjung tinggi Persatuan 4. Penuh Hikmah, Bijaksana dan MeRakyat maka mengutamakan Musyawarah untuk Mufakat demi meletakkan kepentingan yg lebih besar untuk Rakyat di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, golongan suku,agama atau ras 5. Mendambakan tercapainya KeAdilan Sosial bagi seluruhRakyat Mari Tancapkan Kembali Pancasila : di Hati setiap Anak Cucu Bangsa : agar Kembali MenJadi Bangsa Indonesia : demi Indonesia Raya (: Salam Pancasila !!! :) _____________________________ :: PANCASILA DASAR NEGARA ~ dikutip dari berbagai sumber *****

Sabtu, 13 Agustus 2011

Rahasia Uang Kertas & Sistem per-Bank-an

 
Jaman dahulu, pada saat emas dan perak menjadi alat tukar-menukar barang dan alat pengukur nilai barang dan jasa, banyak orang Yahudi yang menjadi penjual jasa penyimpanan emas yang lebih terkenal dengan istilah goldsmith (gold adalah emas, dan smith adalah semit atau Yahudi).
Ini karena di sebagian besar Eropa orang-orang Yahudi dilarang memiliki tanah yang membuat mereka tidak bisa menjadi petani dan menjadikan profesi sebagai goldsmith sebagai alternatif pekerjaan yang prospektif.
Meski dipandang sebagai pekerjaan kurang terhormat, orang-orang kaya yang memiliki banyak emas lebih menyukai menyimpan emasnya di goldsmith karena jaminan keamanan yang diberikannya. Mereka hanya cukup memberi imbalan sejumlah emas tertentu atas jasa penyimpanan yang diberikan goldsmith.
Untuk setiap emas yang disimpan, goldsmith mengeluarkan secarik kertas (sertifikat) berisi keterangan tentang kepemilikan emas sejumlah tertentu pada goldsmith. Setiap saat bila pemilik emas ingin mengambil simpanannya, ia tinggal menunjukkan sertifikat tersebut.
Seiring berjalannya waktu, semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat pada goldsmith dan juga karena sifat sertifikat yang likuid (mudah ditukarkan dengan emas kapan saja), masyarakat mulai menerima sertifikat tersebut sebagai alat tukar-menukar barang dan jasa. Pada saat inilah sertifikat tersebut menjadi uang kertas dan merupakan uang kertas pertama di dunia.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak emas yang disimpan di brankasnya, goldsmith melihat bahwa sebagian besar emas tersebut teronggok begitu saja di brankas untuk jangka waktu yang lama, karena kebutuhan likuiditas sudah terpenuhi dengan uang kertas. Ia mulai berfikir: bagaimana kalau sebagian daripada emas itu dipinjamkan ke orang yang membutuhkan (debitor) untuk dikembalikan setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga?
Kemudian goldsmith mulai menjadi rentenir dengan meminjamkan sebagian emas milik nasabahnya kepada debitor yang membutuhkan. Setelah waktu yang ditentukan emas yang dipinjam debitor dikembalikan dan goldsmith mendapat keuntungan berupa bunga. Semakin sering dan semakin banyak goldsmith memberikan pinjaman, semakin besar pula keuntungan yang didapatnya.
Selanjutnya goldsmith mendapatkan ide lain. 
 
Mengapa harus memberikan pinjaman berupa emas? Bukankah uang kertas yang dikeluarkannya telah diterima sebagai alat tukar-menukar dan jual beli? Maka kemudian untuk setiap pinjaman yang ia berikan, ia hanya cukup mengeluarkan uang kertas. Dan setelah jangka waktu tertentu, debitor mengembalikan hutangnya berupa emas kepada goldsmith plus bunganya. Pada saat ini goldsmith melihat keajaiban yang menjadi nyata. Hanya dengan selembar kertas, ia mendapatkan sebongkah emas.
Saat itu sebenarnya goldsmith telah melakukan penipuan. Orang menyangka emas yang dijaminkan benar-benar milik goldsmith sendiri, padahal sebenarnya milik nasabah yang menitipkan emas. Selain penipuan ia juga melakukan pemerasan dengan membebankan bunga atas pinjaman yang ia berikan. (inilah cikal bakal prinsip perbankan)
Belajar dari kesuksesannya menipu nasabah (yang tidak mengetahui jika emasnya yang dititipkan dijadikan jaminan kredit) dan debitor sekaligus, kemudian goldsmith mendapatkan ide lagi. Bagaimana kalau dibuat beberapa lembar uang kertas sekaligus untuk beberapa debitor?
Maka dibuatkan beberapa uang kertas sekaligus untuk beberapa debitor. Dan setelah jangka waktu tertentu para debitor mengembalikan hutangnya berupa emas plus bunga. Keajaiban itu semakin menakjubkan.
Dengan modal beberapa lembar kertas, ia mendapatkan sejumlah besar emas. Maka ia pun mengeluarkan uang kertas sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
Keuntungannya ..… hanya dibatasi oleh kemampuan mencetak uang kertas.
Tidak ada bisnis sepanjang sejarah umat manusia yang lebih menguntungkan daripada bisnis yang dijalani goldsmith.
 
Seiring berjalannya waktu semakin banyaknya orang yang menjadi debitor. Mereka rela antri duduk di bangku panjang untuk mendapatkan pinjaman dari goldsmith. Bangku panjang (banque) tempat duduk para calon debitor itu yang kemudian menjadi cikal bakal istilah BANK. Dalam waktu tidak terlalu lama, para goldsmith menjadi orang-orang terkaya di dunia.
Para bangsawan dan para raja yang serakah membutuhkan dana untuk membiaya tentara, dan belanja pegawainya. Mereka pun tidak bisa menghindar untuk menjadi mangsa para goldsmith yang kemudian berganti istilah menjadi banker (pemilik bangku). Sekali meminjam, nilainya jutaan kali pinjaman yang diterima individu-individu, dan begitu juga keuntungan yang didapatkan banker.
Para banker itu senang denggan sifat serakah para raja dan bangsawan yang suka berperang memperebutkan kekuasaan. Semakin serakah mereka, semakin banyak perang yang dijalaninya dan itu berarti semakin banyak pinjaman yang bisa diberikan para banker.
Dalam banyak kasus, ketika perdamaian terjadi, para banker justru menjadi provokator politik untuk memicu peperangan. 
 
- Mereka membiayai Oliver Cromwell untuk memberontak kepada Raja Charles di Inggris.
- Mereka membiayai William Orange merebut tahta raja Inggris dari Charles II.
- Mereka merekayasa Revolusi Perancis
- Membiayai petualangan Napoleon
- Memprovokasi kemudian membiayai pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Sipil Amerika, merancang Perang Krim, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Dingin, Vietnam, Teluk, dan perang-perang yang lain.
Setelah perang, para pemimpin dan sekaligus juga rakyat negara-negara yang terlibat perang menjadi sapi perahan para bankir atas hutang yang mereka tanggung.
Selanjutnya, selain mendapatkan keuntungan materi yang tiada tara, banker juga mendapatkan keuntungan politik yang besar.  
 
Mereka dapat dengan mudah mengangkat seseorang menjadi penguasa semudah mereka menjatuhkannya dari kekuasaan.
Dan semakin besar kekuasaan politik mereka, semakin besar pula keuntungan ekonomi mereka. Politik dan uang, dua sisi mata uang yang sama, semuanya telah dimiliki para banker.
 
Dasar Yahudi, ketika pada awal abad 20 ditemukan minyak bumi, para banker itu melihat peluang bisnis besar lain. Jika manusia bisa dibuat tergantung hidupnya pada minyak, maka keuntungan mereka akan semakin besar, meski dibandingkan keuntungan yang diberikan oleh bisnis keuangan masih kalah jauh.
Maka mereka membayar Henry Ford (seorang ahli mesin internal combustion berbahan bakar minyak) untuk memproduksi mobil berbahan bakar minyak secara massal sehingga production cost-nya lebih kecil dan bisa dijual dengan harga relatif murah.
Di sisi lain mereka membujuk Thomas Alva Edison untuk menghentikan ambisinya memproduksi mobil berenergi batere (karena akan mengancam bisnis baru mereka) dengan tawaran menjadi bos perusahaan General Electric. Sedangkan untuk urusan produksi minyaknya, mereka mempercayakan pada Rockefeller.
Perusahaan-perusahaan transportasi massal dengan model transportasi berenergi listrik seperti trem mereka beli untuk mereka gantikan modelnya menjadi bus-bus berbahan bakar minyak. Bila ada perusahaan yang melawan, mereka mengerahkan pasukan mafia, pengacara, atau aparat pemerintah yang sudah disuap. Tidak lupa pembunuhan kharakter melalui media massa akan dialami para penentang banker.
Ketika Stanley Meyer, seorang ilmuwan Amerika menemukan alat pengubah air menjadi bahan bakar hidrogen yang murah dan portabel, ia ditangkap, diadili dan terakhir dibunuh.
Sama dengan apa yang telah dilakukan terhadap Ezra Pound, sastrawan besar penentang dominasi banker kapitalis internasional. Setelah tidak memiliki alasan mengadili Ezra karena pemikirannya, Ezra dijebloskan ke klinik perawatan penyakit jiwa (sastrawan besar yang beberapa muridnya meraih Nobel Sastra dianggap gila?) hingga meninggal dalam tahanan.
Hal yang sama juga menimpa Joko, penemu blue energy dari Indonesia. Dianggap membahayakan kepentingan para kapitalis penguasa bisnis minyak, ia diculik, dibunuh kharakternya melalui media massa dan sekarang harus menghadapi proses pengadilan.
Dan inilah sedikit gambaran keuntungan bisnis para bankir kapitalis di bidang perminyakan. Saat ini konsumsi minyak dunia sekitar 100 juta barrel sehari. Biaya produksi minyak rata-rata katakan saja $20 per-barrel meski sebenarnya lebih kecil. Jika harga minyak dunia, katakan $50 per-barrel, maka produsen minyak mendapat keuntungan $30 per-barrel.
Berarti keuntungan produksi minyak global sehari adalah $30 x 100 juta = $3 miliar atau Rp30 triliun lebih dengan kurs dollar sekarang. Dalam setahun keuntungannya adalah Rp30 triliun x 365 = Rp11.000 triliun. Katakan 50% total keuntungan itu jatuh ke tangan perusahaan-perusahaan minyak dunia milik para banker, maka keuntungan para banker dari produksi minyak adalah Rp5.500 triliun setahun.
Diperlukan ribuan orang Syech Puji (kiai nyentrik yang suka pamer kekayaan dan memperistri anak kecil) untuk menandingi keuntungan para banker itu, dari bisnis minyak saja. Ingat dari bisnis minyak saja, belum bisnis terkait seperti mobil, transportasi, apalagi bisnis pokok mereka.
Sistem perbankan yang berlaku saat ini adalah sistem yang sama dengan sistem perbankan goldsmith, dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih besar. Contohnya bank kini bahkan tidak perlu lagi mengeluarkan uang kertas atau sertifikat untuk memberikan pinjaman.
Cukup dengan sebuah entry di komputer alias dengan udara kosong (abab istilah Jawanya) maka kredit sudah diberikan. Dan kemudian, para debitor harus membayar dengan darah dan keringat atas abab yang diberikan banker. Jika gagal membayar, harta bendanya disita oleh bankir sebagaimana dialami jutaan debitor sub-prime mortgage di Amerika akhir-akhir ini.
Para bankir internasional saat ini adalah keturunan para goldsmith jaman dahulu. Sebagian besar bank di dunia, termasuk Indonesia, adalah milik para bankir internasional itu.
Pada suatu saat para banker itu bosan dengan tumpukan uang kertas yang menumpuk di gudang mereka setelah sebelumnya persediaan emas dunia kering tersedot ke brankas mereka kecuali sebagian kecil yang dipakai masyarakat sebagai perhiasan.
Mereka ingin pembayaran riel: properti, tanah, emas, asset-asset perusahaan dan sebagainya. Maka mereka menghentikan suplai uang kertas dan menarik yang sudah beredar. Istilahnya kebijakan tight money. Dunia pun mengalami krisis finansial yang merembet ke seluruh sektor ekonomi. Perusahaan-perusahaan bangkrut, debitor-debitor tidak dapat membayar hutangnya, saham perusahaan-perusahaan anjlok.
Saat inilah para bankir itu menjalankan rencananya: memborong perusahaan-perusahaan yang bangkrut, saham-saham perusahaan yang anjlok, dan menyita harta benda debitor yang gagal bayar. Maka dalam waktu singkat terjadi pemindahan kekayaan besar-besaran dari masyarakat ke kas para banker. Dan dalam situasi itu, mereka dengan bersembunyi di balik jubah IMF dan Bank Dunia, datang menawarkan “bantuan” yang sebenarnya berupa kredit berbunga ganda yang mencekik leher dan hanya membuat manusia semakin jatuh dalam cengkeraman kekuasaan mereka.
 
Hal inilah yang terjadi pada fenomena Depresi Besar tahun 1930-an, Krisis Moneter tahun 1997 dan Krisis Finansial Global saat ini. Bahkan saat ini AMERIKA pun tak luput dari tipu daya segelintir orang tersebut. Amerika Serikat diambang resesi. Dengan utangnya yang mencapai $ 14,3 triliun dollar atau setara dengan 100 persen dari PDB-nya. Persetujuan Kongres tentang kenaikan utang, yang menyelamatkan Amerika Serikat dari gagal bayar (default), tak mendapat sambutan positif di seluruh pasar bursa saham. Nilai perdagangan di bursa saham, semuanya rontok, dan berimbas ke seluruh dunia.
Dunia terbuai oleh ilusi yang ditebarkan para banker melalui artis-artis Hollywood dan Bollywood, Madonna, David Beckham, Manchester United, Tom & Jerry, Naruto, Indonesian Idol, dll. Bahkan anak-anak kecil pun sudah diajari orang tuanya untuk terbuai ilusi Idola Cilik, hingga mengabaikan nasib jutaan rakyat Palestina yang tengah kelaparan karena diblokade Israel atau ribuan rakyat miskin tetangganya yang menderita gizi buruk.
 
_________________________
: > http://situslakalaka.blogspot.com/2011/08/tak-disangka-ternyata-dari-sinilah-asal.html

.
 

Selasa, 19 Juli 2011

12 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Mendirikan Shalat

12 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Mendirikan Shalat

Oleh: Harry Rahardjo pada 19 Juli 2011 jam 18:05
Shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang kedua, dia adalah ibadah yang pertama kali akan dipertanggung jawabkan oleh seorang hamba di hadapan Allah SWT  pada hari kiamat. Maka wajib bagi setiap muslim memperhatikan pelaksanaan shalat ini sebgaimana yang telah diperintakan oleh Nabi Muhammad SAW dan dengan tata cara yang telah dijelaskan oleh beliau.

Diriwyatkan dari Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya dari hadits Malik bin Al-Huwairits bahwa  Nabi bersabda:  

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”[1].

Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di dalam kitab Al-Ausath dari Abdullah bin Qorth bahwa Nabi bersabda:  

"Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila baik maka baiklah seluruh amalnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh amalnya”.[2]

Lalu, apakah cara shalat yang kita lakukan sudah benar seperti yang dicontohkan Rasulullah? Apakah cara berdiri, cara takbiratul ikhram, cara mengangkat tangan, cara sedekap, cara ruku, cara sujud, cara duduk antara, cara duduk tahyat awal, cara duduk tahyat akhir, cara salam, kefashihan seluruh bacaan, pemahaman arti gerak dan bacaan sudah pernah diuji kebenarannya? Jika belum pernah diuji… bagaimana kita yakin bahwa cara shalat kita sudah benar?


BEBERAPA KESALAHAN YANG SERING TERJADI  DALAM MENDIRIKAN SHOLAT;

Didalam shalat terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi pada orang yang melakasanakan shalat.
Perkara ini saya ingatkan guna memenuhi hak Allah Ta’ala dan menunaikan kewajiban memberikan nasehat, diantara kesalahan tersebut adalah:


1. BERDIRI TANPA ADANYA SUTRAH;

Jika kita ingin shalat dengan cara shalat Nabi, pakailah sutrah! Inilah sabdanya:

“Janganlah kalian shalat kecuali dengan menghadap sutrah dan janganlah kalian biarkan seorangpun lewat di hadapanmu” (HR Muslim).
Ibnu Khuzaimah juga meriwayatkan hadits yang senada.

Sutrah adalah benda pembatas shalat, letaknya di depan orang shalat atau agak ke kiri/kanan, sejauh 3 hasta (120 cm) dari tempat berdiri. Tinggi sutrah minimal 1 hasta, jarak antara siku dengan ujung jari tengah (±40 cm).
Benda-benda yang dapat dijadikan sutrah (di dalam masjid) adalah:
  • Dinding
  • Punggung orang
  • Tiang
  • Mimbar
  • Benda-benda lainnya yang tingginya 1 hasta atau lebih.
  • Sajadah tidak dapat dianggap sebagai sutrah karena tingginya kurang dari 1 hasta (±40 cm).
Adapun saat di lapangan, Nabi pernah menggunakan tombak, barang bawaan, pelana kuda, pohon dll sebagai sutrahnya. Saat Rasulullah shalat di rumah (shalat sunnah tentunya), beliau pernah menggunakan tempat tidur sebagai sutrahnya.
“Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur, sedangkan Aisyah RA berbaring di atasnya” (HR Bukhari – Muslim).

Dalam shalat berjamaah, sutrah cukup pada imam. Makmum baris pertama tidak perlu lagi menggunakan sutrah.

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa  “Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekatinya sehingga setan tidak memutus shalatnya” (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Thabrani, Hakim, Baihaqi).

Maksud “mendekatinya” adalah, jarak orang shalat dengan sutrah tidak terlalu jauh, tapi hanya seukuran 3 hasta.
“Dan beliau Rasulullah SAW berdiri dekat dengan sutrah, dengan jarak tiga hasta” (HR Bukhari, Ahmad).

Adapun kata “memutus” maksudnya adalah membatalkan! Demikian penjelasan Syekh Nashiruddin Al Albani dalam buku tuntunan shalatnya yang berjudul Sifat Shalat Nabi. Bahkan menurutnya, pemakaian sutrah dalam shalat hukumnya wajib.

  • Dan beliau Rasulullah berdiri dekat dengan sutrah, dengan jarak tiga hasta. (HR Bukhari, Ahmad)
  • Jarak tempat sujud beliau dengan sutrah adalah seukuran lewatnya seekor kambing. (HR Bukhari, Muslim)

Jadi, jika ada orang shalat tidak memakai sutrah dikhawatirkan akan terputus atau batal shalatnya oleh ulah setan. Inilah rahasia sutrah… rahasia shalat Nabi. Ayo, sempurnakan shalat kita dengan memakai sutrah…


2. TIDAK BERDIRI DENGAN SIKAP SEMPURNA KETIKA MENGHADAP KIBLAT;

Berdiri dalam shalat, cara berdiri yang tidak biasa. Ya, bukan berdiri biasa! Karena dalam shalat, anda harus berdiri dengan kedua tapak kaki menghadap kiblat. Tidak serong kanan-kiri seperti yang sering kita lihat.!!


Apa dasarnya, dan apa manfaatnya?
“Apabila kamu berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kearah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR Bukhari – Muslim).
Yang dimaksud menghadap kiblat di sini adalah badan dan jari-jari kakinya. Fungsinya? Agar shalat menjadi sempurna!


Simak hadits berikut:
“Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan tegaknya shalat” (HR Bukhari, Muslim).
Ya betul, hadits ini seringkali dibaca oleh imam menjelang shalat berjamaah di masjid.

Berdiri dengan cara biasa (serong kanan-kiri), akan menghasilan shaf yang tidak rapat. Untuk memperoleh shaf yang lurus rapat, tentu cara berdirinya harus spesial, yaitu kedua tapak kakinya menghadap kiblat, sehingga barisan shaf bisa rapat.


Nah, kembali ke hadits berikut:
“Apabila kamu berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kearah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR Bukhari – Muslim).
Sudah jelas, yang dimaksud menghadap kiblat di sini adalah badan dan jari-jari kakinya. Jadi, berdiri dengan kedua tapak/jari-jari kaki menghadap kiblat ini juga berlaku jika kita shalat sendiri (shalat sunnah).

Inilah cara shalat nabi, bukan berdiri biasa. Berdirilah dengan kedua tapak kaki menghadap kiblat, dan….. rasakan bedanya!


3. TIDAK MENGARAHKAN PANDANGANNYA KE TEMPAT SUJUD;

Ketika Rasulullah SAW shalat, beliau menundukkan kepala dan pandangan matanya diarahkan ke tanah[tempat sujud].
(HR Baihaki – Hakim)

Lihatlah salah satu pengakuan Iblis laknatullah kepada Baginda Rasulullah SAW ketika mengganggu orang sholat:

"Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’ Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,’ Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’.Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
( HR. Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a )


4. TIDAK MENGANGKAT TANGAN DENGAN SEMPURNA KETIKA TAKBIR;

• Takbiratul ihram (HR Nasai, Abu Dawud)
• Menjelang ruku (HR Bukhari, Muslim)
• Setelah ruku (HR Bukhari, Muslim)
• Bangkit dari rakaat ke-2 (Bukhari, Abu Dawud)

Ketika Rasulullah SAW shalat, beliau mengangkat kedua tangan dengan meluruskan jari-jarinya, beliau tidak merenggangkannya dan tidak mengepalkannya (HR Abu Daud, Al Hakim)

Beliau Rasulullah SAW sujud meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua daun telinganya persis seperti saat beliau melakukan takbiratul ikhram. (HR Abu Dawud, Nasai)

• Dari Barra bin Azib RA, ia berkata: “Ketika Rasulullah SAW takbiratul ihram, aku melihat kedua tangannya diangkat sampai ibu jarinya berdekatan dengan kedua daun telinga. (HR Ahmad)

• Ibnu Umar berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW ketika shalat mengangkat kedua tangannya sampai sejajar kedua pundaknya...”(HR Bukhari)

Angkat Tangan & Takbir (1)
Sewaktu Abdullah bin Umar RA shalat, ia membaca takbir sambil mengangkat kedua tangannya... Oleh Ibnu Umar hadits ini dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. (HR Bukhari)

Angkat Tangan & Takbir (2)
Ketika mendirikan shalat, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya terlebih dahulu sehingga sejajar dengan pundaknya, setelah itu baru beliau SAW melafalkan takbir. (HR Bukhari)

Angkat Tangan & Takbir (3)
Abu Qilabah melihat Malik bin Khuwairits sewaktu shalat ia membaca takbir terlebih dahulu kemudian mengangkat kedua tangannya... Begitulah Rasulullah SAW melakukan shalat. (HR Muslim)


Ringkasan: A n g k a t  T a n g a n
  • Jari - Lurus ke atas, tidak merenggang, tidak mengepal (HR Abu Daud, IbnKhuzaimah)              
  • Telapak - Menghadap kiblat (HR Abu Dawud, Nasai)
  • Ketinggian – Sejajartelinga (HR Bukhari), atau–Sejajar bahu (HR Bukhari)
  • Waktu – Bersamaantakbir( HR Bukhari), atau–Sebelumtakbir(HR Bukhari), atau–Setelahtakbir (HR Muslim).


5. TIDAK BERSEDEKAP DENGAN SEMPURNA;

Adalah Rasulullah SAW melarang bersedekap meletakkan kedua tangannya pada lambung [perut]
(HR Bukhari, Muslim)


S e d e k a p yang benar:

Rasullah SAW meletakkan telapak tangan kanannya pada punggung telapak kirinya, atau pada pergelangan tangan kirinya, atau pada lengan kirinya (HR Abu Dawud, Nasai)

  • Dan adalah Nabi mendekapkan tangan kanannya pada tangan kirinya (HR Nasai, Daruqutni)
  • Meletakkan tangan kanan di atas kiri (HR Muslim)
  • Dan meletakkan kedua tangannya di atas dada (HR Abu Dawud, Ahmad)


6. TIDAK MELETAKKAN TULANG PUNGGUNGNYA DENGAN SEMPURNA PADA SAAT RUKU' DAN SUJUD;

  • Apabila kamu ruku, letakkanlah telapak tanganmu pada lutut, bukalah jari-jarimu kemudian tekanlah dengan mantap dan tumakninah sehingga anggota tubuh kembali pada persendiannya (HR Ibnu Khuzaimah, Ibu Hibban)
  • Ketika Rasulullah SAW ruku, dia membuka kedua lengan ke samping kiri dan kanan (HR Tirmidzi)
  • Ketika Rasulullah SAW ruku, ia meratakan punggungnya (HR Baihaqi)
  • Ketika ruku, Rasulullah SAW tidak menundukkan kepala dan tidak pula mengangkatnya ke atas, melainkan antara keduanya (HR Muslim)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Mas’ud ra bahwa Nabi Muhammad SAW  bersabda:

"Tidak sah sholat seseorang di antara kalian sehingga dia menegakkan punggungnya dengan baik [meletakkan tulang punggungnya dengan sempurna] pada saat ruku’ dan sujud”.[3]

Dan Rasulullah SAW telah menjadikan orang yang mencuri di dalam shalatnya sebagai pencuri yang paling keji dibanding pencuri harta. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari hadits Abi Qotadah RA bahwa Nabi bersabda:

"Orang yang paling buruk adalah orang yang mencuri dari shalatnya”.

Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimanakan seseorang mencuri dari shalatnya?.
Beliau bersabda:  

"Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya. Dia tidak meletakkan tulang punggungnya [dengan sempurna] pada saat dia ruku’ atau sujud”.[4]

Adapun pada waktu ruku’ sebagaian orang merendahkan punggungnya melebihi yang semestinya atau mengangkatnya, dan ini adalah kesalahan, sebab apabila Nabi melakukan ruku’ maka beliau membentang punggungnya dan meratakannya sehingga kalau air diletakkan padanya niscaya dia akan tetap terdiam.[5]

Diriwayatkan oleh Al-Nas’I dari hadits Abi Humaid dia berkata:

"Apabila Rasulullah SAW ruku’ maka beliau ruku’ dengan lurus sempurna, beliau tidak mengangkat kepala dan tidak pula menundukkannya dan beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya”.[6]


7. TIDAK MELETAKKAN SUJUDNYA PADA TUJUH TITIK;

Adapun pada waktu bersujud, sebagaian orang yang bersujud tidak melatakkan keningnya dengan benar pada alasnya, sebgaian orang mengangkat kedua telapak kakinya dari dudukannya (lantai). Dan diriwaytkan oleh Imam Bukhari dari hadits riwayat Ibnu Abbas bin Abdul Muththalib bahwa Nabi bersabda:

"Aku diperintahkan untuk bersujud pada tujuh tulang, yaitu pada kening dan beliau memberi isyarat pada hidung beliau, dan kedua tangan, kedua lutut serta ujung kedua kaki”.[7]

Hadits ini menerangkan tentang anggota sujud yang tujuh, dan seharusnya bagi orang yang mengerjakan shalat untuk bersujud pada anggota tubuh tersebut.

"Jika seorang hamba bersujud, haruslah meletakkan tujuh anggota badannya, yaitu: wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung telapak kaki(HR Muslim, Abu Dawud)Ketika bersujud, Rasulullah SAW meletakkan wajah dan hidungnya dengan mantap (HR Tirmidzi, Abu Daud)
Beliau Rasulullah SAW sujud meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua daun telinganya persis seperti saat beliau melakukan takbiratul ikhram. (HR Abu Dawud, Nasai)

Ketika Rasulullah SAW sujud, beliau meletakkan kedua tangannya ke tanah terlebih dahulu sebelum meletakkan kedua lututnya (HR Ibnu Khuzaimah, Daruquthni, Hakim)

“Jika salah seorang kalian hendak sujud, janganlah berlutut sebagaimana berlututnya unta, tapi hendaknya meletakkan kedua tangannya sebelum lututnya” (HR Abu Dawud, Ahmad, An-Nasai)

  • Ketika kalian bersujud maka letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua lenganmu(HR Muslim)
  • Dan beliau membuka kedua lengannya ke arah kiri dan kanan (HR Tirmidzi, Abu Dawud)
  • Rasulullah SAW menghadapkan jari-jari tangannya ke arah kiblat (HR Baihaqi)
  • Beliau merapatkan jari-jemarinya (HR Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Hakim)  
  • Beliau merenggangkan antara perut dan paha (HR Abu Dawud)

Aisyah ra berkata: “Ketika aku mencari Rasul SAW ternyata kudapati ia sedang sujud dengan merapatkan tumitnyadan jari-jari kakinya menghadap kiblat(HR Hakim, Ibnu Khuzaimah)

Rasulullah SAW memerintahkan agar kita meletakkan kedua tangan sewaktu sujud dan menegakkan telapak kaki kita (HR Tirmidzi)

Beliau SAW meletakkan kedua tangannya sejajar kedua daun telinganyapersis seperti saat beliau melakukan takbiratul ikhram (HR Nasai, Abu Dawud)

Beliau SAW meletakkan kedua telapak tangannya hingga sejajar kedua pundaknya(HR Tirmidzi, Abu Dawud)

Ringkasan Sujud :
  • Tangan menyentuh lantai terlebih dahulu (HR Ibnu Khuzaimah, Daruquthni, Hakim, Abu Dawud, Ahmad, An-Nasai)
  • Angkat lengan (HR Muslim)Buka lengan (HR Tirmidzi, Abu Dawud)
  • Jari-jari ke arah kiblat (HR Baihaqi)
  • Jari-jari rapat (HR Khuzaimah, Baihaqi, Hakim)
  • Tumit rapat,Jari-jari kaki ke arah kiblat (HR Hakim, Ibnu Khuzaimah)
  • Tapak kaki tegak (HR Tirmidzi)
  • Hidung nempel (HR Tirmidzi, Abu Daud)
  • Tangan sejajar telinga (HR Nasai, Abu Dawud) atau Tangan sejajar pundak (HR Tirmidzi, Abu Dawud)


8. TIDAK DUDUK DENGAN SEMPURNA DIANTARA DUA SUJUD & SEBELUM BANGKIT BERDIRI




Sebelum bangkit ke rakaat berikutnya, Rasulullah SAW duduk istirahat sebentar (seperti duduk antara 2 sujud), kemudian bangkit menuju rakaat berikutnya

“Beliau SAW duduk dengan sempurna (duduk istirahat) di atas kaki kirinya dengan lurus, hingga setiap tulang kembali ke tempatnya” (HR Bukhari, Abu Dawud)

  • Setelah bangkit dari sujud, dudukilah telapak kaki kirimu(HR Ahmad, Abu Dawud)
  • Beliau SAW menegakkan kakinya yang sebelah kanan(HR Bukhari, Baihaqi)
  • Dan menghadapkan jari jemarinya ke arah kiblat(HR Nasai)
  • Terkadang beliau SAW melakukan iq’a (duduk di atas dua tumit tegak)(HR Muslim, Baihaqi)


9. TIDAK SEMPURNA DALAM MELAKUKAN TSYAHUD AWAL & TASYAHUD AKHIR;

Ketika kamu duduk di pertengahan shalatmu, duduklah dengan tumakninah. Duduklah dengan iftirasy, yaitu menduduki telapak kaki kirimu... (HR Abu Dawud, Baihaqi)

Ketika duduk tasyahud, Rasulullah SAW meletakkan telapak tangan kanannya pada paha kanan dan tangan kiri pada paha kirinya (HR Muslim); dalam riwayat lain : di atas lutut.

Ketika beliau menudingkan jari telunjuknya, beliau meletakkan ibu jari di atas jari tengahnya(HR Muslim)

Terkadang beliau mengaitkan kedua jari tersebut seperti lingkaran (HR Abu Dawud, Nasai, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban)

Beliau SAW membentangkan telapak tangan kirinya di atas lutut yang kiri, dan beliau SAW menggenggam semua jemari tangan kanannya dan menudingkan jari telunjuknya ke arah kiblat. Dan beliau melemparkan pandangannya ke arah jari telunjuknya.(HR Muslim, Ibnu Khuzaimah)

Beliau menggerak-gerakkan jari telunjuknyasambil berdoa dengannya (HR Abu Dawud, Nasai, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban)

Penjelasan tentang menggerak-gerakkan jari telunjuk:
  • Hanafi : 2x, saat berucap “La”, turun saat “Illallah”
  • Syafi’i : 2X, saat berucap “Illallah”, & ketika selesai
  • Hambali : Setiap menyebut asma Allah
  • Maliki : Terus menerus, gerak kanan-kiri
                Dari: Pedoman Shalat, Prof. DR. TM Hasbi As-Shidieqy

DudukTasyahudAkhir
  • Punggung tapak kaki kiri menempel ke lantai, ujung kaki kiri dan kaki kanan berada di satu sisi. (HR Bukhari)
  • Menegakkan tapak kaki kanan, terkadang mendatarkannya. (HR Muslim)

S a l a m
  • Berpaling ke kanan sampai terlihat pipi, dan berpaling ke kiri...(HR Muslim)
  • Berpaling sedikit ke kanan, mengucapkan“Assalamualaikum”(HR Baihaqi, Ibnu Khuzaimah)


10. TIDAK TUMA'NINAH;

Diantara kesalahan yang sering terjadi pada orang yang mengerjakan shalat adalah tidak thuma’ninah di dalam shalat. Dia adalah salah satu rukun shalat, di mana shalat tidak sah tanpa mengerjkannya.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Zaid bin Wahb bahwa dia berkata:

"Hudzaifah pernah melihat seorang lelaki yang shalat tanpa menyempurnakan ruku’ dan sujud, maka dia menegur: Engkau belum shalat dan jika engkau mati dalam keadaan seperti ini maka engkau mati tidak dalam fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap Nabi Muhammad SAW”.[8]

Hadits ini menjelaskan tentang wajibnya thuma’ninah dalam ruku’ dan sujud dan melalaikannya bisa mengakibatkan batalnya shalat, sebab Hudzaifah berkata: Engkau belum shalat. Hal ini sama dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW kepada orang yang buruk dalam shalatnya, sebagaimana dijelaskan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah RA bahwa Nabi memasuki mesjid dan seorang lelaki masuk setelah beliau, lalu mengerjakan shalat. Selesai shalat kemudian lelaki tersebut mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW dan beliau menegurnya:

"Kembalilah dan shalatlah sebab engkau belum shalat”. Akhirnya, dia kembali dan shalat seperti sebelumnya kemudian dia mendatangi Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau dan Nabi Muhammad SAW tetap mengatakan: Kembalilah dan shalatlah sebab sesungguhnya engkau belum shalat”. Beliau menegurnya sampai tiga kali. Lalu lelaki itu bertanya: Demi Zat yang telah mengutusmu dengan kebenaran aku tidak bisa  melakukan yang lebih baik dari selain itu. Maka ajarkanlah aku!. Maka Nabi bersabda: Apabila engkau mendirikan shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah dari bacaan Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sehingga engkau benar-benar thuma’ninah dalam ruku’, kemudian tegaklah sehingga engkau benar-benar berdiri tegak, kemudian bersujudlah sehingga engkau benar-benar tenang dalam bersujud, kemudian bangkitlah dari sujud sehingga dirimu tenang duduk antara dua sujud, dan kerjakanlah hal itu dalam seluruh rangkaian shalatmu”.[9]


11. MENDAHULUI IMAM;

Dan di anatara kesalahan yang sering terjadi adalah mendahului imam. Dan terdapat larangan yang sangat jelas dari Nabi Muhammad SAW tentang masalah ini. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Anas bin Malik  RA berkata: Rasulullah SAW shalat bersama kita pada suatu hari lalu pada saat beliau telah selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda:

"Wahai sekalian manusia!. Sesungguhnya aku adalah imam kalian maka janganlah sekli-kali mendahuluiku dalam ruku’, sujud, berdiri dan bubar shalat sesungguhnya aku melihat kalian dari sisi belakangku”. Kemudian beliau bersabda: Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya!, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat niscaya kalian sedikit ketawa dan banyak menangis”. Para shahabat bertanya: Apakah yang engkau lihat wahai Rasulullah?. Beliau berabda: Surga dan neraka”.[10]

Diriwayatkan oleh Imam Bukahri dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi bersabda:

"Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah mengganti kepalanya dengan kepala himar?.[11]

Diriwayatkan oleh Bukahri dari Al-Barra’ bin Azib RA berkata:  Apabila Rasulullah SAW bersabda:

Samiallahu liman hamidah” maka salah seorang di antara kita tidak menundukkan kepalanya sehingga Rasulullah SAW telah bersujud lalu barulah kami bersujud”.[12]

Di antara kesalahan yang sering terjadi adalah bahwa sebagaian orang apabila imam telah salam pada salam yang pertama, dan dia sedang mengqadha’ shalatnya (karena masbuq) maka dia tidak menunggu sehingga imam selesai pada salam yang kedua, dia bangkit secara langsung untuk menyempurnakan sisa rekaat, dan ini adalah perbuatan yang salah. Yang lebih utama agar seseorang menunggu sehingga imam selesai mengerjakan salam yang kedua.[13]


12. MENGGUNAKAN PAKAIAN YANG MENJULUR MELEBIHI MATA KAKI;

Di antara kesalahan yang sering terjadi adalah shalat dengan menggunakan pakaian yang menjulur melebihi mata kaki. Dan menjulurkan pakian melebihi mata kaki dilarang secara umum. Berdasarkan sabada Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim didalam kitab shahihnya dari hadits riwayat Abu Dzar RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersbda:

"Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat kelak dan tidak pula dilihat serta tidak disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih". Rasulullah SAW menyebutkannya tiga kali.

Abu Dzar berkata: "Mereka akan kecewa dan merugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang isbal, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah yang dusta”.[14]

Diriwayatkan oleh Imam Bukahri di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah bahwa Nabi bersabda: "Apa yang menjulur di bawah mata kaki dari kain adalah api neraka”.[15]
Sebagian ahlul ilmi mempertegas masalah ini, yaitu apabila seseorang  isbal pada waktu shalat, sebab di antara syarat sah shalat adalah menutup aurat dan orang yang isbal telah menutup auratnya dengan pakaian yang haram maka dengan demikian shalatnya dalam kondisi bahaya.


* * * * *

PENGAKUAN IBLIS KEPADA RASULULLAH DALAM MENGGANGGU ORANG SHALAT;

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a. [dalam Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis];

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:” Masih ada waktu, sementara engkau sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat.

Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’ Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,’ Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’.

Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘lijam’ [cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.

Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.

Wahai Muhammad, bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat...
Aku katakan kepadanya,’ Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni’mat dari Allah’. Aku katakan kepada orang yang sakit :” Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata :” Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yg diwajibkan”. Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.

Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi debu...!!!

HADIST QUDSY TENTANG SHALAT;

Allah ‘Azza wajalla berfirman:
“Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, yang menahan hawa nafsunya dari perbuatan haram yang Aku larang dan tidak terus-menerus bermaksiat terhadapKu, yang memberi makan kepada mereka yang lapar dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan semata-mata karena Aku.”
“Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari, dan Aku menjadikan kejahilan sebagai (ujian) dalam kesabaran dan kebijaksanaan, dan mengubah kegelapan menjadi terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon kepa-Ku dan Aku memberikannya, dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya"

"Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh dan tidak berobah keadaannya.”
(HR. Ad-Dailami)

Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi kita, Muhammad SAW juga kepada keluarga dan seluruh orang yang mengikuti beliau.


Mari memperdalam pengetahuan tentang shalat.
KLIK DISINI >> http://www.shalatsempurna.com/?id=Harry123
____________________________

NARASUMBER:

:: http://www.islamhouse.com/
>> http://www.shalatsempurna.com/?id=Harry123



DAFTAR RUJUKAN:

•Melihat Shalat Nabi, Ust. Akhmad Tefur, S.Si
•Sifat Shalat Nabi, Nashiruddin Al-Albani
•Pedoman Shalat, Doa & Dzikir, Abu Fajar Al Qalami
•Pedoman Shalat, Prof. DR. TM Hasbi Ash-Shiddieqy
•Bulughul Maram, Ibnu Hajar Al Ashqalani


DAFTAR NOTASI :

[1] Shahih Imam Bukhari Halaman: 137 no: 631
[2] Al-Ausath 2/240 no: 1859 dishahihkan oleh syekh Al-Bani rahimhullah di dalam kitab shahihnya no: 1358
[3] Musnad Imam Ahmad: 4/122
[4] Musnad Imam Ahmad: 5/310
[5] Sunan Ibnu Majah hal: 103 no: 872
[6] Al-Nasa’i: no: 1039
[7] Al-Bukhari: 812 dan Muslim: 490
[8] Al-Bukhari: 757 dan Muslim: 397
[9] Al-Bukahri: 757 dan Muslim: 397
[10] Shahih Muslim: 426
[11] Muslim: 427 dan Bukhari: 691
[12] Al-Bukhari: 690
[13] Agar bisa keluar dari pendapat yang mengatakan bahwa dia adalah rukun shalat, dan jika rukun maka batallah shalat orang yang bangkit sebelum salam kedua.
[14] Muslim: 106
[15] Buhkari: 5787


***






Senin, 18 Juli 2011

Misteri Shalat Subuh [Rangkuman dari: Dr.Raghib As Sirjani]

Misteri Shalat Subuh [Rangkuman dari: Dr.Raghib As Sirjani]

 
Saat Subuh ternyata adalah saat yang paling indah Allah ciptakan untuk manusia. Tapi, mengapa banyak muslim yang lalai dan malas bangun subuh dan shalat berjamaáh di masjid (untuk pria) ?

Bahkan ada satu pertanyaan dari DR. RAGHIB AS SIRJANI yang patut kita renungkan :

Bagaimana mungkin agama Allah (SWT) akan kokoh berdiri di atas muka bumi ini di tangan orang-orang yang melalaikan kewajibannya kepada Allah (SWT)??

Dari buku berjudul "MISTERI SHALAT SUBUH" Karya Dr. Raghib As Sirjani akan kami rangkumkan beberapa keistimewaan bersholat subuh jamaah di Masjid dengan istiqomah.


 
Inilah keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki Shalat Subuh:


1. PAHALA SHALAT SATU MALAM PENUH

Diriwayatkan Muslim dari Ustman Bin Affan ra. berkata, Rasulullah saw telah bersabda :

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِيْ جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِيْ جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلِ كُلَّهُ

Siapa yang shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah bangun setengah malam (seperti shalat separuh malam). Siapa yang shalat Subuh berjamaah, maka bagaikan shalat semalam penuh.” (HR Muslim)

Mampukah Anda melaksanakan shalat malam satu malam penuh ?

Terkadang karena mengejar hikmah pahala satu kali waktu, muslim ikhlas mengerjakan dan mengejar malam lailatul Qadr hingga malam Lailatul Qadr seolah-olah adalah melebihi perkara yang FARDHU.

Mana yang lebih berat timbangannya di sisi Allah?

Ini bukan bermaksud untuk meremehkan nilai Malam Qadr. Saya memohon perlindungan Allah untuk hal ini. Malam Lailatul Qadr merupakan malam yang paling mulia dalam satu tahun dan juga lebih baik dari seribu bulan. Akan tetapi, tetap kedudukannya sebagai shalat sunnah dan tidak lebih utama daripada Shalat Wajib.

Allah telah menjelaskan , wajib itu umumnya lebih utama dari yang sunnah. Allah menjelaskan dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda :

"Tidak ada amal yang dikerjakan hambaKu --dengan maksud untuk mendekatkan diri kepadaKu--yang lebih aku cintai selain ibadah wajib yang Aku perintahkan kepadanya. Dan HambaKu terus mendekatkan diri padaKu dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya"(HR. Al Bukhari).

Ada sebagian orang mengatakan bahwa doa malam Qadr akan dikabulkan. Itulah sebab banyak orang giat beribadah. BETUL SEKALI pendapat itu, akan tetapi apakah ini satu-satunya waktu yang dikabulkan Allah dalam satu tahun?

Sesungguhnya Allah memberikan kesempatan yang sama pada setiap saat dalam kehidupan Anda !!. Berikut Firman Allah yang menjelaskan :

وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِ

dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. (QS. As-shura (42) ayat 26)

Kewajiban Anda Hanyalah berdoa, niscaya Allah akan mengabulkan semua permintaan anda.

Di setiap malam terdapat saat - saat terkabulnya doa. Kesempatan ini hanya diketahui orang-orang yang bangun sebelum subuh., walau hanya sebentar. Saat-saat yang mulia. Bahkan ia merupakan kesempatan yang mulia sepanjang masa.


2. SUMBER CAHAYA DI HARI KIAMAT

Peristiwa besar pada hari kiamat menjadikan mukmin diterangi sinar cahaya yang menolongnya. Rincian peristiwa ini dipaparkan Allah dalam Kalam Nya yang Mulia :

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada meraka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu'min) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu!.

Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali".(QS. Al Hadid (57) ayat 12 s/d 15 )


Darimanakah orang mukmin mendapat cahaya agung itu pada saat hari yang gelap dan menakutkan itu ? Cahaya itu adalah amal-amal perbuatan mereka yang banyak ketika di dunia. Di antara amalan itu adalah : SHALAT SUBUH BERJAMAÁH.

Rasulullah SAW bersabda :
Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat"(HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah ).

Dalam kegelapan maksudnya Shalat Isya dan Shalat SUbuh.

Ini merupakan bantahan kepada sebagian muslim yang beranggapan bahwa shalat di rumah bersama istri dan anak lebih utama daripada di masjid. Karena Allah akan mengangkat derajat mereka (anak istri) agar memperoleh pahala jamaáh.

Namun Allah --yang membuat syariat dan Undang-undang -- membuat perintah muslim laki-laki untuk shalat di masjid dan memberi pahala yang sama pada perempuan yang shalat di rumah. Sedangkan pembiasaan anak untuk melaksanakan shalat jamaáh adalah dengan membawa mereka di masjid. Shalat di rumah hanya shalat sunnah, bukan shalat wajib (khusus pria mukmin).


3. SURGA YANG DIJANJIKAN

Diriwayatkan Abu Musa Al-Asyári bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga"
(HR Al - Bukhari )

Dua waktu yang dingin adalah Subuh dan Ashar.


*** MELIHAT ALLAH

Jabir bin Abdullah al-Bajalli berkata, “Kami berada di samping Nabi saw. pada suatu malam, maka Nabi melihat bulan purnama sambil berkata,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَتَضَامُّوْنَ فِيْ رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْـتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوْا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا فَافْعَلُوْا

“Kalian akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan ini, tidak silau karena melihatnya. Maka sebisa mungkin, jangan sampai dikalahkan untuk shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar). Cepatlah kamu kerjakan!” (HR Bukhari dan Muslim)

Subhanalloh, kebaikan ini terdapat dalam Shalat Subuh, Bila Anda tahu sebagian orang islam yang mendengar kebaikan itu, kemudian tetap tidak bergerak untuk Shalat SUbuh, apa yang anda katakan pada mereka?
BUKANKAH INI BENAR-BENAR SUATU KEBODOHAN DAN KELALAIAN ?


*** SIKSA PEDIH BAGI YANG MELALAIKAN SHALAT SUBUH

Samurah bin Jundab ra. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw bermimpi. Dalam mimpi ini, Rasulullah diperlihatkan adzab bagi orang berdosa dari orang muslim.

"Sesungguhnya telah datang kepadaku tadi malam dua tamu (Malaikat Jibril dan Mikail). Keduanya diutus kepadaku dan berkata "BERANGKATLAH". lalu saya pun pergi bersama mereka. Kami mendatangi orang yang sedang tidur dan lainnya berdiri tegak di atasnya membawa batu. Lalu tiba-tiba batu dilepaskan pada orang itu hingga hancur luluh kepalanya. Kemudian dia ambil kembali dan mengulanginya kembali saat kepala pulih kembali., lalu akan diulangi sebagaimana yang dilakukan pertama kali baginya. Rasulullah saw bertanya : "Subhanallah..apa ini?"Mereka berdua berkata :"Lanjutkan perjalanan...lanjutkan perjalanan.."(HR AL BUKHARI)

Begitu banyak persitiwa yang dialami beliau, tapi secara ringkas, kedua Malaikat tadi menjelaskan bahwa : "Orang pertama yang telah Anda datangi tadi, yang memecahkan kepalanya dengan batu, ialah orang yang membawa Al Qurán namun mencampakkannya dengan begitu saja, dan tidur saat shalat wajib"..


**SHALAT SUNNAH QOBLIYAH SUBUH ADALAH SHALAT SUNNAH LEBIH MULIA DARIPADA DUNIA SEISINYA

Di antaranya Rasulullah SAW bersabda --yang diriwayatkan oleh Aisyah :

رَكْعَتَا اْلفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

"Dua Rakaat Fajar (shalat Sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia se-isinya (HR MUSLIM, TIRMIDZI DAN AHMAD)

Ini baru shalat Sunnah nya..lalu bagaimana dengan dua rakaat fajar yang wajib?

Subhanalloh...Nilai yang sangat besar dan bukan disebabkan berdirinya lama atau panjangnya bacaan dalam dua rakaat ini. Bahkan Rasulullah saw pernah dan sering memendekkan bacaannya dalam shalat dua rakaat sebelum subuh ini.

Maka orang yang mampu meninggalkan dunia dan bangun sebelum waktu subuh kemudian menunaikan shalat fajar , dialah orang sukses dalam ujian. Sebagaimana ia tinggalkan dunia dan segala isinya untuk menunaikan shalat, maka ALlah memberikan pahala yang lebih besar untuk itu semua.

wahai pencari potongan dunia, bagaimana anda terlena dari sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya?


***PERLAKUAN KHUSUS KEPADA SHALAT SUBUH

Pertama, Shalat Subuh merupakan Shalat yang pertama kali diwajibkan atas kaum muslimin disamping shalat Ashar

Kedua, Adzan Subuh berbeda dengan Adzan shalat fardhu lainnya yang empat.

Ketiga , Rasulullah memberikan doa khusus setelah shalat subuh yang berbeda dengan shalat lain.
(bacaan- doa khusus ini setelah wirid penutup shalat yang diwasiatkan Rasulullah seperti Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x, Astaghfirullah maka ditambahkan doa seperti :

La Illaha Illallah wahdahu la syarika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ala kulli syaiin Qadiir..

Sebanyak 10 kali, ditulisnya 10 kali kebaikan, dihapus 10x kesalahan, diangkat 10kali derajatnya. Satu hari penuh ia terlindungi dari sesuatu yang tidak disukai , terlindungi dari setan, tidak ada dosa yang mencelakainya, kecuali syirik (HR.Tirmidzi, hasan shahih)


***LATIHAN HARIAN BAGI RUHANI

Dengan Shalat Subuh berjamaah di masjid tepat waktu menjadikan muslim berhati-hati dan disiplin atas ruhaninya agar bisa menjaga waktu subuhnya dan bisa istiqomah.

***PENGHAPUS DOSA SETENGAH USIA

Coba perhatikan hadits berikut ini :

Seorang muslim yang apabila datang waktu shalat wajib, menyempurnakan wudhu, kekhusukan dan ruku nya maka perbuatan nya tsb menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, selama ia tidak melakukan dosa besar dan itu sepanjang masa (HR. MUSLIM)

Masa antara Isya dan Subuh adalah masa terlama dibanding shalat-shalat lain., yaitu malam secara keseluruhan. Dengan demikian Shalat SUbuh menjadi penghapus dosa setengah hari dan shalat-shalat lain menjadi penghapus separuh harinya lagi. Itu berarti Shalat Subuh menjadi penghapus dosa setengah umur bagi yang selalu menunaikannya. Dan itu terjadi jika menjauhi dosa-dosa besar.

Alangkah indahnya Shalat Subuh Berjamaah di Masjid ....
 
______________________
http://www.facebook.com/notes/satu-hari-satu-ayat-quran/misteri-shalat-subuh-rangkuman-dari-dr-raghib-as-sirjani-/375728869650  -  oleh: Satu Hari, Satu Ayat Qur'an pada 25 Maret 2010 jam 14:09


*

Rabu, 06 Juli 2011

Dialog Rasulullah Muhammad SAW dengan Iblis [Upaya Mengambil Hikmah : Mengungkap tuntas tipu-daya syetan]


Dialog Rasulullah Muhammad SAW dengan Iblis [Upaya Mengambil Hikmah : Mengungkap tuntas tipu-daya syetan]


MOHON DITERUSKAN / SEBARLUASKAN KEPADA SAUDARA MUSLIM..!!!


Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya:

  • Source –I : Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999. Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul ‘Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah. Translated by : Nur Mufid, Nur Fu’ad..
  • Source-II : Dari Judul Asli : Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-‘Arabi [Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ] Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001

Dengan asma Allah, Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahiim.,
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam bagi junjungan kita Muhammad SAW, serta salam bagi keluarganya yang suc,i juga bagi semua sahabat Rasulullah yang dimuliakan,.

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya tertancap kuat dan cabangnya (menjulang tinggi) ke langit",
(QS. 14:24)


Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis;

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : ” Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : “ Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ”.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :” Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”.

Para sahabat menjawab , ” Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ”.

Rasulullah berkata : “ Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya”.

Umar bin Khattab r.a. berkata :” Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”.

Nabi SAW berkata pelan :” Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ”.

Ibnu Abbas berkata : “ Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami.

Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur].

Dia berkata, “ Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin]”.

Nabi SAW menjawab :” Assamu lillah ya la’iin [Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis”.

Iblis berkata :” Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah].”

Nabi SAW berkata :” Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai laknatullah?”.

Iblis berkata,” Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku;  Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihatmu, godaanmu, dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan
kepa-damu’. Allah SWT bersabda,” Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu”.

"Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau
inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku melihat apa yang menimpa diriku”.

Rasulullahpun mulai bertanya :” Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?”.

Iblis menjawab :” Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.

Rasulullah SAW :” Siapa lagi yang kamu benci?”.

Iblis :” Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.

Rasulullah :” Lalu siapa lagi ?”.

Iblis :” Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar”.

Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.

Iblis :” Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran”.

Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.

Iblis :” Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain
dan tidak mengadukan keluh-kesahnya “.

Rasulullah :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?”.

Iblis :” Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar “.

Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.

Iblis :” Orang kaya yang bersyukur “.

Rasulullah bertanya :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?”.

Iblis :” Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal”.

Rassulullah :”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?”.

Iblis :”Aku merasa panas dan gemetar”.

Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”.

Iblis :” Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”.

Rassulullah :”Jika mereka shaum ?”.

Iblis : ” Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”.

Rasulullah :” Jika mereka menunaikan haji ?”.

Iblis :” Saya menjadi gila”.

Rasulullah :”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.

Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”.

Rasulullah :” Jika mereka berzakat ?”.

Iblis :” Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua”.

Rasulullah :” Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?”.

Iblis :” Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya”.

Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”.

Iblis :” Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”.

Rasulullah :” Apa pendapatmu tentang Umar ?”.

Iblis :” Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya”.

Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.

Iblis :” Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”.

Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?”.

Iblis :” Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu”.

Rasulullah :” Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat”.

Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :” Hay-hata hay-hata [tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui alirtan darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]”. 

Rasulullah :”Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?”.

Iblis dengan panjang-lebar menjawab :” Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.

  • Wahai Muhammad, tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar. bahwa cinta kedudukan [riyasah] termasuk dosa besa, dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.
  •  Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah. Adapun  anak- anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya.
  • Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa.
  • Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat da’wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia mau minum khamr, lalu dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :” (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).
  • Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku.
  • Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, “ Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua”. Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
  • Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina.Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.
  • Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:” Masih ada waktu, sementara engkau sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat.
  • Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’ Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,’ Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’.
  • Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
  • Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘lijam’ [cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.
  • Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.
  • Wahai Muhammad, bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat...Aku katakan kepadanya,’ Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni’mat dari Allah’. Aku katakan kepada orang yang sakit :” Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata :” Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, ……… Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yg diwajibkan”. Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya...
  • Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi debu...!!!
  • Wahai Muhammad, bagaimana engkau akan bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam...?

Nabi berkata :” Wahai laknatullah, siapa teman dudukmu ?”.

Iblis :” Pemakan riba”.

Nabi :” Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?”.

Iblis :” Pe-zina”.

Nabi :” Siapa teman tidurmu ?”.

Iblis :” Orang yang mabuk”.

Nabi :” Siapa tamumu ?”.

Iblis :” Pencuri”.

Nabi:” Siapa utusanmu ?”.

Iblis :”Tukang Sihir”.

Nabi :” Apa kesukaanmu ?”.

Iblis :” Orang yang bersumpah cerai”.

Nabi :”Siapa kekasihmu ?”.

Iblis :”Orang yang meninggalkan shalat Jum’at”.

Nabi :”Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?”.

Iblis :”Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah”.

Nabi :” Apa yang melelehkan badanmu ?”.

Iblis:”Tobatnya orang yang bertaubat”.

Nabi:”Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?”.

Iblis:” Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.

Nabi:” Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?”.

Iblis:” Zakat secara sembunyi-sembunyi”.

Nabi:” Apa yang membutakan matamu ?”.

Iblis :” Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]”.

Nabi:” Apa yang memukul kepalamu ?”.

Iblis:” Memperbanyak shalat berjamaah”.

Nabi:” Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?”.

Iblis :” Orang yang sengaja meninggalkan shalat”.

Nabi:” Siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?”.

Iblis:”Orang kikir / pelit”.

Nabi:” Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?”.

Iblis:” Majlis-majlis ulama”.

Nabi:” Bagaimana kamu makan ?”.

Iblis:”Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku”.

Nabi:”Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?”.

Iblis:” Dibalik kuku-kuku manusia”.

Nabi:” Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?”.

Iblis:” Sepuluh perkara”.

Nabi:” Apa itu wahai terlaknat ?”.

Iblis :” Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah : "Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka". (QS. 17:64)

  • Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
  • Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.
  • Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :” ……. , dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki …… (QS. 17:64) .
  • Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi.
  • Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku.
  • Aku memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah al-Qur’anku.
  • Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku.
  • Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.
  • Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku.
  • Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian membaca ayat : "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya." (QS. 17:27)
Rasulullah berkata :” Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu”.

Lalu Iblis meneruskan :” Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :” Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta”.Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat.
  • Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.
  • Aku memiliki anak yang aku beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.
  • Aku juga punya anak yang aku beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.
  • Aku punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.
  • Setiap kali ada perempuan keluar rumah pasti ada syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,’ keluarkan tanganmu’. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.
  • Wahai Muhammad, sebenarnya aku tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan “ Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya”, dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa.
  • Sebagaimana engkau wahai Muhammad, engkau tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Allah SWT. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini.
  • Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap makhluq-Nya. Sementara aku adalah hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya. 
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS.11:119) dilanjutkan dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nab i tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)”. 

Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis : ” Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga?”.

Lalu iblis menjawab :” Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan meng-khususkan dirimu.Sementara Dia telah menjadikan aku sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Aku adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang aku beritahukan kepadamu dan aku mengatakan yang sejujurnya..!”.

_______________________________________


Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin.
Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan Para Nabi.


Hikmah dari Kisah tersebut di atas / Topik Renungan :
NGERI !! : KHAWATIR !! : TAKUT !! : WASPADA !! : ISTIGHFAR, TAUBAT, DZIKIR, TAFAKKUR...!!!

Sebagai upaya mencari hikmah dalam kisah di atas, rangkuman ini barangkali berguna untuk direnungkan :
  • Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa syaithan tidak punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.
  • Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta’Ala agar Dia ridho dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk mendapatkan ampunan-Nya.
  •  Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan Iblis adalah tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walau Rasulullah SAW telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman :  'Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar '. (QS. 20:82).
  • Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan oleh Iblis dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
  • Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.
  • Namun perlu juga di-ingat, Rasulullah juga pernah mengata-kan bahwa Jihad Terbesar adalah Mengalahkan Hawa Nafsu Kita Sendiri..!

Mohon terus sebarkan berita ini kepada saudara kita seiman Islam !!

____________________________
:: http://bolehjadi2.files.wordpress.com/2010/06/dialog-nabi-dengan-iblis.pdf

*

*

Kata Ibu Saya:

LIFE is Beautiful, LOVE is Wonderful, GIVING is Powerful...

Buku2 Faforit

  • AL-QUR'AN dan Terjemahnya
  • Samudera Al-Fatihah
  • New Born - Super Muslim
  • 7 Keajaiban Rezeki
  • Quantum Ikhlas
  • The Secrets

Kata Bapak Saya:

Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya..!