Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
Kedua : Jika pergi ke atau pulang dari toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari...
Waktu berjalan terus.
Dan kenyataan yang terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin...!
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada si Bungsu.
Jawab anak yang bungsu :
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.
“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.
“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”
“Karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.
MORAL CERITA:
Kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan sikap positif, maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses, tetapi jika kita melihat dengan sikap negatif, maka bisa juga kita terhanyut dengan adanya kesulitan itu….
Pilihan sikap positif maupun negatif ada di tangan Anda.
_____________________________
[Anonim]


Terimakasih ceritanya Mas,
BalasHapusCerita atau "dongeng" ini memang sarat dengan pesan moral sekaligus menyuruh kita untuk mengoptimalkan fungsi akal kita lagi pula mudah ditangkap oleh kalangan marjinal sekalipun.
Anda mengingatkan pesan guru saya(sudah almarhum) lewat dongeng itu di sebuah SDN kampoeng banget bernama Desa Panjunan hampir setengah abad yang lalu.
"Terimakasih kepada Bp.Sumodihardjo semoga Bapak damai disisi-NYA"
Tirto